Divisi Marketing

Fitri

Regina

Rumi



PERIZINAN DI SEKTOR ESDM

SKT Panas Bumi (EBTKE)

SKT Panas Bumi (EBTKE)

INDONESIA dikenal sebagai negara dengan potensi panas bumi yang sangat besar yang tersebar di sepanjang jalur gunung api (ring of fire). Anugerah ini sekaligus menjadi tantangan dalam mengembangkan sumber energi panas bumi yang memiliki karakteristik bersih, ramah lingkungan, dan sustainable selama kondisi lingkungan geologi dan hidrologi terjaga keseimbangannya.

 

Kegiatan Usaha Panas Bumi adalah suatu kegiatan untuk menemukan sumber daya Panas Bumi sampai dengan pemanfaatannya baik secara langsung maupun tidak langsung.   

 

Tahapan kegiatan usaha panas bumi meliputi:  

  1. Survei Pendahuluan;  
  2. Eksplorasi;  
  3. Studi Kelayakan;  
  4. Eksploitasi; dan  
  5. Pemanfaatan.  

 

Survei Pendahuluan adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, analisis dan penyajian data yang berhubungan dengan informasi kondisi geologi, geofisika, dan    geokimia untuk memperkirakan letak dan adanya sumber daya Panas Bumi serta  Wilayah Kerja. Eksplorasi adalah rangkaian kegiatan yang meliputi penyelidikan geologi,    geofisika, geokimia, pengeboran uji, dan pengeboran sumur eksplorasi yang    bertujuan untuk memperoleh dan menambah informasi kondisi geologi bawah    permukaan guna menemukan dan mendapatkan perkiraan potensi Panas Bumi.
 
 
Studi    Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan Panas Bumi    untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk    menentukan kelayakan usaha pertambangan Panas Bumi, termasuk penyelidikan atau    studi jumlah cadangan yang dapat dieksploitasi.  
 
Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan pada suatu wilayah kerja tertentu yang meliputi pengeboran sumur pengembangan dan sumur reinjeksi, pembangunan  fasilitas lapangan dan operasi produksi sumber daya Panas Bumi.
 
 
Pemanfaatan Tidak Langsung untuk tenaga listrik adalah kegiatan usaha    pemanfaatan energi Panas Bumi untuk pembangkit tenaga listrik, baik untuk  kepentingan umum maupun untuk kepentingan sendiri. 
 
Pemanfaatan Langsung adalah kegiatan usaha pemanfaatan energi dan/atau    fluida Panas Bumi untuk keperluan nonlistrik, baik untuk kepentingan umum maupun untuk kepentingan sendiri.
Setiap badan usaha yang ingin menjadi Jasa Penunjang Kegiatan Panas Bumi, maka diwajibkan terdaftar resmi di Ditjen EBTKE hingga diterbitkannya SKT Panas Bumi (EBTKE).
 
 
Klasifikasi Usaha SKT Panas Bumi :
  1. Usaha Jasa Konstruksi Panas Bumi;
  2. Usaha Jasa Non-Konstruksi Panas Bumi;
  3. Usaha Industri Material Panas Bumi;
  4. Usaha Industri Peralatan Panas Bumi

 

Syarat khusus untuk SKT Panas Bumi adalah wajib memiliki tenaga ahli yang bersertifikat dibidangnya minimal 3 (tiga) orang, serta memiliki izin khusus sesuai bidang usaha yang dijalankan.
 
Masa Proses SKT EBTKE adalah 10 (sepuluh) hari kerja setelah verifikasi kelengkapan dokumen.
 
 
 

Untuk informasi lengkap mengenai kriteria lain dan persyaratan administrasi serta persyaratan khusus yang dibutuhkan, silakan hubungi:

Sarah 0813-8000-1718;  

atau Hotline kami di :

+62-21-4759234 ; +62-21-47881870 Fitri, Rumi,  & Elin)

 

 

Regulasi tentang kegiatan EBTKE :

 

PERATURAN PEMERINTAH :


PP No.70 Thn 2010 tentang Perubahan Kegiatan Panas Bumi PP No.59 Thn 2007
PP No.59 Thn 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi

 

 

UNDANG - UNDANG


UU No.21 Thn 2014 tentang Panas Bumi