Divisi Marketing

Fitri

Regina

Rumi



PERIZINAN DI SEKTOR KONSTRUKSI

Sertifikat Badan Usaha (SBU)

Sertifikat Badan Usaha (SBU)

Kami berpengalaman proses SBU Jasa Konstruksi sejak tahun 2009 hingga sekarang dengan MUDAH & CEPAT

 

Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan konstruksi di Indonesia harus memiliki Izin Usaha Jasa Konstruksi dan SBU atau Sertifikat Badan Usaha dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah / Nasional (LPJKD/LPJKN). 

Pemberian SBU kepada badan usaha harus melalui tahap penilaian dan verifikasi atas dokumen legalitas dan administrasi perusahaan yang memenuhi persyaratan dan pengalaman proyek yang pernah dikerjakan.

 

FAQ dibawah ini adalah pertanyaan yang paling banyak dikonsultasikan dari berbagai klien kami sejak tahun 2009 hingga saat ini :

 

Apa beda SBU yang diterbitkan oleh LPJKD dan LPJKN ?

SBU yang diterbitkan oleh LPJKD adalah SBU yang diberikan kepada perusahaan dengan kualifikasi Kecil dan Menengah (K1, K2, K3, M1 dan M2)

Sedangkan SBU yang diterbitkan oleh LPJKN adalah SBU yang diberikan kepada perusahaan dengan kualifikasi Besar (B1 dan B2)

 

Apakah perusahaan boleh menjalankan lebih dari 1 (satu) jenis usaha jasa konstruksi ?

Setiap badan usaha hanya bisa memilih salah satu jenis usaha jasa konstruksi yang akan dijalankan, misalnya apakah perusahaan akan menjalankan kegiatan konstruksi sebagai Jasa Pelaksana Konstruksi saja, atau sebagai Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi saja atau sebagai Jasa Konstruksi Terintegrasi saja.

 

Berdasarkan apakah penilaian pengeluaran SBU ?

SBU dikeluarkan untuk badan usaha yang benar-benar berkompetensi di bidang konstruksi yang diajukan. Penilaian ini dinilai berdasarkan Kualifikasi perusahaan, kekayaan bersih yang dimiliki perusahaan, laporan keuangan yang menunjang, kemampuan dan pengalaman pekerjaan yang pernah dijalankan, tenaga ahli yang dimiliki dan peralatan pekerjaan yang dimiliki, serta safety manajemen yang diterapkan.

 

Bagaimanakah cara menentukan kualifikasi perusahaan?

Perusahaan dinilai tahap kualifikasinya berdasarkan Nilai Kekayaan / Modal Disetor yang tercantum di dalam laporan keuangan atau Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga perusahaan, dilihat juga dari pengalaman mengerjakan proyek sesuai bidang, tentunya tenaga ahli perusahaan sesuai bidang tersebut. 

Silakan tentukan kualifikasi perusahaan anda di tabel berikut ini :

 

KUALIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI 

   
Jasa Pelaksana Konstruksi (KONTRAKTOR)         

Jasa Perencana/ Pengawas Konstruksi (KONSULTAN)

         Jasa Konstruksi Terintegrasi (EPC) 

Tahap Kualifikasi : Kecil (K1, K2, K3), Menengah (M1, M2) dan Besar (B1, B2)

  Tahap Kualifikasi : Kecil (K1, K2), Menengah (M1, M2) dan Besar         Tahap Kualifikasi :        Langsung dapat  Kualifikasi Besar (B1 dan B2)         
   

 

Berapa banyakkah perusahaan dapat mengajukan bidang atau klasifikasi SBU ?

Setiap badan usaha yang mengajukan klasifikasi pada SBU dilihat dari Kualifikasi dan pengalaman pekerjaan yang pernah dijalankan. Bagi perusahaan yang baru berdiri kurang dari 2 (dua) tahun atau perusahaan yang baru mengajukan registrasi & sertifikasi SBU jumlah sub klasifikasi yang bisa di ajukan adalah maks 4 kode sub klasifikasi.

 

Bagaimana cara menentukan kode sub klasifikasi yang dikerjakan perusahaan sesuai dengan pekerjaan di lapangan atau  syarat tender proyek ?

Silakan konsultasikan kepada Marketing Specialis kami, anda akan kami arahkan dalam pemilihan sub klasifikasi sesuai dengan kualifikasi perusahaan anda, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dijalankan sehingga memudahkan anda dalam mengikuti tender proyek dan proyek yang akan anda kerjakan.

Atau silakan tentukan Klasifikasi Usaha Jasa Konstruksi berdasarkan tabel dibawah ini : 

 

KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI 

Klasifikasi usaha jasa konstruksi tiap kategori jasa berbeda-beda, tiap-tiap sub klasifikasi memiliki kode sub klasifikasi. Kode sub klasifikasi yang dipilih oleh perusahaan ini diajukan untuk melakukan Registrasi & Sertifikasi. Setiap sub klasifikasi yang telah diverifikasi dan dievalusi serta dinyatakan kompeten, maka kode sub klasifikasi ini akan dicantumkan didalam Sertifikat Badan Usaha (SBU) serta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK).

 

   
Jasa Pelaksana Konstruksi (KONTRAKTOR)        

Jasa Perencana/ Pengawas Konstruksi (KONSULTAN)

         Jasa Konstruksi Terintegrasi (EPC) 

Klasifikasinya meliputi: Bangunan Gedung (BG), Sipil (SI), Mekanikal dan Elektrikal (MK dan EL), Jasa Pelaksanaan  Lainnya (PL),   Pelaksanaan Spesialis (SP), dan Pelaksanaan Keterampilan (KT)

            

Klasifikasinya meliputi : Perencanaan Arsitektur (AR1), Perencanaan Rekayasa (RE1), Perencanaan Penataan Ruang (PR1), Pengawasan Arsitektur (AR2), Pengawasan Rekayasa (RE2), Pengawasan Penataan Ruang (PR2), Konsultasi Spesialis (SP3), Konsultasi Lainnya (KL4)

  Klasifikasinya (TI) meliputi : Jasa Terintegrasi untuk Infrastruktur Transportasi,  Konstruksi Prasarana dan Sarana Sumber Daya Air, Penyaluran Air dan Pekerjaan sanitasi,  Konstruksi Manufaktur, Konstruksi Fasilitas Minyak dan Gas,  Konstruksi Bangunan Gedung  
   

 

Apakah bisa perusahaan dengan modal disetor dalam AKTA sebesar Rp 50 M langsung pengajuan Kualifikasi M2 agar bisa ikut tender Rp 25 M ?

Nilai pekerjaan proyek dengan range mulai dari Rp. 10 hingga Rp 50 Milyar adalah diipersyaratkan untuk perusahaan dengan kualifikasi M2. Namun bagi perusahaan yang baru mengajukan SBU dengan Modal disetor diatas Rp 500 juta hanya boleh dimulai dengan kualifikasi M1. Setelah perusahaan memiliki M1 dan mengerjakan proyek senilai diatas Rp 10 Milyar, kami siap membantu anda langsung upgrade kualifikasi M2 tanpa menunggu 3 (tiga) tahun masa berlaku SBU dan IUJK habis.

 

 

Win Your Tender & Good Luck

Masih banyak lagi konsultasi seputar proses SBU Konstruksi ini, silakan konsultasi langsung melalui HOTLINE +62-21-4759234, kami siap membantu anda proses SBU dengan MUDAH dan CEPAT. 

 

Win Your Tender & Goodluck

Sarah Maryatie (081380001718)

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

Proses Sertifikat Badan Usaha (SBU)

 

 


 

Tentukan kategori perusahaan masuk sebagai perusahaan Jasa Pelaksana (Kontraktor), atau Jasa Perencana Pengawas (Konsultan) atau Jasa Konstruksi Terintegrasi (EPC)

 

 

 

Tentukan Kualifikasi perusahaan masuk pada kualifikasi berapa disesuaikan pada kategori perusahaan (Kualifikasi K1, K2, K3, M1, M2, B1 atau B2)

 

 

Tentukan Klasifikasi perusahaan sesuai bidang pekerjaan yang pernah/akan dikerjakan. Tiap klasifikasi harus memiliki tenaga ahli sesuai bidang. Makin banyak klasifikasi yang dipilih, maka semakin banyak tenaga ahli yang dibutuhkan

 

 

Siapkan tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai dengan klasifikasi / bidang yang telah anda tentukan, tenaga ahli ini didaftarkan dan disertifikasi Akreditasi LPJK. Anda cukup melampirkan persyaratan administrasi tenaga ahli seperti copy ijazah yang dilegalisir, copy NPWP pribadi, membuat Curriculum Vitae dan adm lainnya akan diarahkan oleh marketing kami. Selanjutnya sertifikasi diterbitkan menjadi SKT atau SKA Ahli Muda, Madya, Utama

 

Selanjutnya masuk keanggotaan Asosiasi yang terakreditasi LPJK, seperti Gapensi, Gapeksindo, Aspeknas, Hipsindo, Akmelindo, Akli, dll. hingga diterbitkannya KTA - Kartu Tanda Anggota Asosiasi. Masa berlaku KTA Asosiasi ini adalah 1 (satu) tahun per 31 Desember.

 

 

Setelah melakukan 5 step proses diatas, maka seluruh dokumen perusahaan baik secara legalitas maupun administrasi, kemampuan perusahaan dengan melampirkan Neraca Keuangan, pengalaman pekerjaan yang telah selesai dengan bukti BAST dan perpajakan yang telah dibayar, maka siap submit permohonan registrasi dan sertifikasi ke LPJKD atau LPJKN, hingga diterbitkannya SBU - Sertifikat Badan Usaha.

 

Sertifikat Badan Usaha - SBU yang diterbitkan oleh LPJKD/LPJKN memiliki masa berlaku selama 3 (tiga) tahun, dan harus Registrasi Ulang 

 

Sejak tahun 2009 hingga saat ini klient kami sudah ribuan jumlahnya, karena dokumen perusahaan anda kami jaga dengan baik, aman dan terpercaya.