Divisi Marketing

Fitri

Regina

Rumi



Wajib punya SMK3, supaya proyek berjalan tanpa ROBOH

Wajib punya SMK3, supaya proyek berjalan tanpa ROBOH

Tercatat ada 13 kecelakaan kerja yang terjadi saat pembangunan infrastruktur sejak tahun 2017 hingga saat ini. Tentunya hal ini menjadi viral dan menarikperhatian khusus seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia. Angka yang luar biasa  karena mengakibatkan banyak yang luka-luka hingga meninggal dunia.

 

Hal ini pun saya angkat  dalam sosmed saya,atas nama Owner PT Amarta Multi Sinergy sebagai Konsultas Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi, yang menjadi Narasumber ON AIR di Radio PRO3 RRI tanggal 21 Pebruari 2018.

 

 

Lalu, sebagai akhir dari kasus viral robohnya konstruksi bangunan infrastruktur atas 20 proyek milik PT Waskita Karya, maka dinyatakan lolos oleh Komite Keselamatan Konstruksi pada tanggal 3 Maret 2018. Saat pengauditan tersebut, pemerintah sempat memberhentikan pekerjaan layang konstruksi selama 3 minggu agar tidak terjadi kecelakaan kerja selanjutnya.

 

 

 

Sebagai dasar preventif atas kecelakaan kerja ini, Pemerintah menekankan kepada seluruh Kontraktor / Konsultan wajib menerapkan K3 Konstruksi atau Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) dengan baik dan benar hingga diterbitkannya Sertifikat SMK3 oleh Kemenaker RI.

 

Dasar Hukum 

 

Peraturan Pemerintah RI No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3)

 

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

 

Bagaimana cara penerapan SMK3 ini dimulai dari persiapan hingga penerbitan Sertifikasi SMK3 dari Kemenaker RI ? klik disini